Rabu, 20 Desember 2017

Seni Budaya "Seni Rupa Dua Dimensi"



SENI RUPA 2 DIMENSI
Seni rupa dua dimensi adalah karya seni rupa yang dibatasi dua sisi saja, yaitu sisi panjang dan lebar, sehingga tidak mempunyai ruang karena tidak mempunyai ketebalan.

Contoh :
1. Lukisan
2. Seni Grafis
Adalah cabang seni rupa yang berbentuk 2 Dimensi yang proses pembuatan karyanya dengan menggunakan teknik cetak
Teknik – teknik seni rupa 2 dimensi

1. Teknik Plakat yaitu melukis dengan menggunakan cat poster, cat minyak cat akrelik, dengan goresan yang tebal, sehingga menghasilkan warna pekat dan padat.
  
2. Teknik Transparan yaitu teknik menggambar / melukis dengan menggunakan cat air, dengan sapuan warna yang tipis sehingga hasilnya nampak transparan.
   
3. Teknik Kolase yaitu melukis dengan memotong kertas yang kemudian ditempel sehingga membentuk lukisan yang realis atau abstrak.
4. Teknik 3M (melipat, menggunting, dan merekat) adalah merupakan proses manipulasi lembaran kertas menjadi suatu bentuk tiga dimensi.

Unsur – unsur Seni rupa 2 dimensi
a. Titik /Bintik
Titik/bintik merupakan unsur dasar seni rupa yang terkecil. Semua wujud dihasilkan mulai dari titik. Titik dapat pula menjadi pusat perhatian, bila berkumpul atau berwarna beda.Titik yang membesar biasa disebut bintik.
b. Garis
Garis adalah goresan atau batas limit dari suatu benda, ruang, bidang, warna, texture, dan lainnya. Garis mempunyai dimensi memanjang dan mempunyai arah tertentu, garis mempunyai berbagai sifat, seperti pendek, panjang, lurus, tipis, vertikal, horizontal, melengkung, berombak, halus, tebal, miring, patah-patah, dan masih banyak lagi sifat-sifat yang lain. Kesan lain dari garis ialah dapat memberikan kesan gerak, ide, simbol, dan kode-kode tertentu, dan lain sebagainya. Pemanfaatan garis dalam desain diterapkan guna mencapai kesan tertentu, seperti untuk menciptakan kesan kekar, kuat simpel, megah ataupun juga agung. Beberapa contoh symbol ekspresi garis serta kesan yang ditimbulkannya, dan tentu saja dalam penerapannya nanti disesuaikan dengan warna-warnanya
c. Bidang
Bidang dalam seni rupa merupakan salah satu unsur seni rupa yang terbentuk dari hubungan beberapa garis. Bidang memiliki dimensi panjang dan lebar, sedangkan bentuk memiliki dimensi panjang, lebar, dan tinggi. Atau dengan kata lain bidang bersifat pipih, sedangkan bentuk memiliki isi atau volume.  Dari bentuknya bidang maupun bentuk terdiri dari beberapa macam, yakni; bidang geometris, bidang biomorfis (organis), bidang bersudut, dan bidang tak beraturan. Bidang dapat terbentuk  karena kedua ujung garis yang bertemu, atau dapat pula terjadi karena sapuan warna. Bidang dibatasi kontur dan merupakan 2 dimensi, menyatakan permukaan, dan memiliki ukuran Bidang dasar dalam seni rupa antara lain, bidang segitiga, segiempat, trapesium, lingkaran, oval, dan segi banyak lainnya.
d. Bentuk
Bentuk dalam pengertian bahasa, dapat berarti bangun (shape) atau bentuk plastis (form). Bangun (shape) ialah bentuk benda yang polos, seperti yang terlihat oleh mata, sekedar untuk menyebut sifatnya yang bulat, persegi, ornamental, tak teratur dan sebagainya. Sedang bentuk plastis ialah bentuk benda yang terlihat dan terasa karena adanya unsur nilai (value) dari benda tersebut, contohnya lemari. Lemari hadir di dalam suatu ruangan bukan hanya sekedar kotak persegi empat, akan tetapi mempunyai nilai dan peran yang lainnya.
e. Tekstur
Tekstur merupakan sifat permukaan sebuah benda. Sifat permukaan dapat berkesan halus, kasar, kusam, mengkilap, licin, berpori dan sebagainya. Kesan-kesan tersebut dapat dirasakan melalui penglihatan dan rabaan. Oleh karena itu terdapat dua jenis tekstur, yaitu tekstur nyata,yaitu sifat permukaan yang menunjukkan kesan sebenarnya antara penglihatan mata dan rabaan, dan tekstur semu (maya), yaitu kesan permukaan benda yang antara penglihatan dan rabaan dapat berbeda kesannya.
f. Warna
Teori warna berdasarkan cahaya dapat dilihat melalui tujuh spectrum warna dalam ilmu Fisika seperti halnya warna pelangi. Secara teori warna dapat dipelajari melalui dua pendekatan salah satunya adalah teori warna berdasarkan pigmen warna (Goethe) yakni butiran halus pada warna. Beberapa istilah yang perlu diketahui dalam teori warna pigmen diantaranya; 
1) .Warna Primer, yakni warna dasar atau warna pokok yang tidak dapat diperoleh dari campuran warna lain. Warna primer terdiri dari merah, kuning, dan biru, 
2). Warna Sekunder, yaitu warna yang diperoleh dari campuran kedua warna primer, misalnya warna ungu, oranye (jingga) , dan hijau, 
3). Warna Tersier, yakni warna yang merupakan hasil percampuran kedua warna sekunder, 
4). Warna analogus, yaitu deretan warna yang letaknya berdampingan dalam lingkaran warna, misalnya deretan dari warna ungu menuju warna merah, deretan warna hijau menuju warna kuning, dan lain-lain, 
5). Warna komplementer, yakni warna kontras yang letaknya berseberangan dalam lingkaran warna, misalnya, kuning dengan ungu, merah dengan hijau, dan lain-lain. 
g. Gelap Terang
Dalam karya seni rupa dua dimensi gelap terang dapat berfungsi untuk beberapa hal, antara lain: menggambarkan benda menjadi berkesan tiga dimensi, menyatakan kesan ruang atau kedalaman, dan memberi perbedaan (kontras). Gelap terang dalam karya seni rupa dapat terjadi karena intensitas (daya pancar) warna, dapat pula terjadi karena percampuran warna hitam dan putih.
h. Ruang (kedalaman)
Ruang dalam karya tiga dimensi dapat dirasakan langsung oleh pengamat seperti halnya ruangan dalam rumah, ruang kelas, dan sebaginya. Dalam karya dua dimensi ruang dapat mengacu pada luas bidang gambar. Unsur ruang atau kedalaman pada karya dua dimensi bersifat semu (maya) karena diperoleh melalui kesan penggambaran yang pipih, datar, menjorok, cembung, jauh dekat dan sebagainya.

Bahasa Indonesia "Tegak Bersambung"


Langkah-langkah mengajari menulis tegak bersambung adalah:

1.  Pastikan terlebih dahulu siswa atau anak menguasai huruf cetak.

2. Untuk mengenalkan huruf tegak bersambung dapat dilakukan dengan merangkai titik-titik yang nantinya apabila disambung akan membentuk abjad huruf tegak bersambung.
    
3.  Belajar menjiplak huruf tegak bersambung secara per huruf. Dalam hal ini sediakan huruf tegak bersambung secara lepas baik untuk huruf besar maupun kecil yang sudah tertulis pada kertas. Kemudian siswa diminta menjiplak tulisan kertas tersebut dengan menaruh kertas lain di atas kertas yang sudah ada tulisan huruf tadi.
4. Belajar menulis menggunakan buku halus serta dijelaskan pula ketentuan perbandingan tinggi huruf. Langkah-langkah menulis dengan media buku halus.
   a. Memulai menulis dari huruf kecil
       1) Mengenalkan bentuk baris-baris serta cara menulis dengan dimulai  dari 
              tepi bawah baris ke-3.
   2) Sebelum menulis siswa atau anak harus bisa membedakan huruf mana yang
      memiliki jambul atau ekor atau tidak memiliki keduanya atau memiliki kedua-
      duanya .
       a) Huruf berjambul ada 2 yaitu jambul yang penuh dan setengah 
             Jambul penuh seperti: b, h, k, l dan Jambul setengah seperti: d, t 
       b) Huruf berekor ada 2 yaitu ekor yang penuh dan setengah
              Ekor penuh seperti: g, j, y dan  Ekor setengah seperti: p, q 
       c) Huruf yang tidak memiliki jambul dan ekor seperti: a, c, e, i, m, n, o, r, s, 
          u, v, w, x, z
       d) Huruf yang memiliki ekor dan jambul sepert: f
   3)Ulangi terus-menerus sampai hafal.
b.Menulis huruf besar
   1) Menulis huruf besar juga dimulai dari tepi bawah baris ke-3.
   2) Huruf Besar ada dua tipe yaitu tingginyanya 3 baris dan 5 baris.  Semua
      huruf besar mempunyai tinggi 3 baris (area menulis yaitu baris ke-1 sampai 
      baris ke-3), kecuali pada huruf G dan J  memiliki tinggi 5 baris      (area
      menulisnya dari baris ke-1 sampai baris ke-5)
   3) Ulangi terus-menerus sampai hafal.

    
c.  Jika sudah mahir menulis secara per huruf, bisa dilanjutkan dengan menulis
    kata, kemudian kalimat sederhana.


5.  Jika siswa atau anak sudah lancar menulis dengan buku halus , siswa atau anak dapat menulisnya di buku bergaris biasa.

6. Berikan selalu pujian kepada siswa atau anak apapun hasil tulisannya agar senantiasa bersemangat dalam belajar menulis. 

Bahasa Indonesia "Puisi"


PUISI

puisi bahasa indonesia kelas 2 sekolah dasar

1. Mendengarkan Pembacaan Puisi Anak

Puisi adalah karya sastra yang penyajiannya mengutamakan keindahan kata dan kepadatan makna. jika kita mendengarkan puisi, langkah-langkah yang harus kita perhatikan adalah sebagai berikut:

  • Menyimak pembacaan puisi secara lengkap/utuh
  • Ikut serta melibatkan daya khayal kita dalam isi puisi yang dibaca
  • Menemukan unsur puisi yang dibaca seperti : tema, nada, rasa, serta amanat/pesan isi puisi
  • Menyimpulkan makna keselutuhan isi puisi sehingga kita dapat mengambil manfaat kehidupan sehari-hari
Contoh puisi anak :
Buku
Tiada hari tanpa buku
kubaca setiap waktu
karenamu aku mendapat ilmu
isi dunia pun aku tahu
tanpamu orang bisa buta
karna tak pernah membaca

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembacaan puisi :
  • Vokal, berkaitan dengan suara yang mantab, tegas , dan jelas
  • Penghayatan, artinya memahami isi puisi. penghayatan dapat disampaikan dengan perasaan sedih, senang, semangat, dan sebagainya sesuai dengan isi puisi
  • Ekspresi, berkaitan dengan perasaan sedih atau senang yang ditunjukkan dengan mimik atau raut muka
Mendeklamasikan Puisi dengan Penuh Ekspresi

Deklamasi adalah membaca puisi dengan gerak untuk mengekspresikan isi puisi. Ekspresi adalah ungkapan jiwa atau perasaan dalam bentuk gerak dan mimik.

Mendengarkan dan Mendeskripsikan Puisi Anak

Mendeskripsikan puisi maksudnya menjelaskan isi puisi secara lengkap. Puisi adalah karangan yang terkait oleh bait dan rima. Bait adalah jumlah baris dalam puisi. Rima atau sajak adalah persamaan bunyi disetiap akhir baris.

Membaca Puisi

Membaca puisi harus memperhatikan lafal dan intonasi.
Lafal adalah pengucapan. Intonasi adalah lagu kalimat.

Melengkapi Cerita Rumpang

Cerita rumpang adalah cerita yang belum selesai kalimatnya atau belum lengkap.
contoh :

Bermain Hujan

Beberapa hari turun hujan.
Maklum karena musim...... (penghujan)
Bagi anak-anak merasa.......(senang)
Karena senang ....... hujan (bermain)
Mereka bergembira ........... (riang)
........bagi mereka pesta air (hujan)

Matematika "Bangun Datar"




 Bangun datar terdiri dari sisi dan sudut



1. Segi tiga


Banyak Sudut = 3 buah
Banyak Sisi     = 3 buah

2. Segi empat 
    Terdiri dari 4 buah sudut dan 4 buah sisi
Persegi
Banyak Sudut = 4 buah
Banyak Sisi     = 4 buah





Persegi Panjang
Banyak Sudut = 4 buah
Banyak Sisi     = 4 buah


Trapesium Siku-Siku
Banyak Sudut = 4 buah
Banyak Sisi     = 4 buah



Trapesium Sama Kaki
Banyak Sudut = 4 buah
Banyak Sisi     = 4 buah


Jajaran Genjang
Banyak Sudut = 4 buah
Banyak Sisi     = 4 buah 



Belah Ketupat
Banyak Sudut = 4 buah
Banyak Sisi     = 4 buah

Layang-Layang
Banyak Sudut = 4 buah
Banyak Sisi     = 4 buah


3. Segi lima


Banyak Sudut = 5 buah
Banyak Sisi     = 5 buah




4. Segi enam



Banyak Sudut = 6 buah
Banyak Sisi     = 6 buah




Bangun Ruang

 Bangun datar terdiri dari
1. Prisma
    - Terdiri dari 2 bangun yang sama dan dihubungkan garis
    - Bentuk permukaan sisi terdiri dari : bangun segi empat dan bangun alas itu sendiri


Prisma Segi Empat (Balok)
Banyak Rusuk                  = 12
Banyak Permukaan Sisi  = 6
Banyak Titik Sudut         = 8
Bangun Penyusun terdiri dari 
 Sebanyak 6 buah




Prisma Segi Tiga
Banyak Rusuk                  = 9
Banyak Permukaan Sisi  = 5
Banyak Titik Sudut         = 6
Bangun Penyusun terdiri dari
Sebanyak 2 buah
 Sebanyak 3 buah


Prisma Segi Empat (Kubus)
Banyak Rusuk                  = 12
Banyak Permukaan Sisi  = 6
Banyak Titik Sudut         = 8
Bangun Penyusun terdiri dari
 Sebanyak 6 buah


Prisma Segi Empat (Trapesium)
Banyak Rusuk                  = 12
Banyak Permukaan Sisi  = 6
Banyak Titik Sudut         = 8
Bangun Penyusun terdiri dari
 Sebanyak 4 buah
Sebanyak 2 buah


Prisma Segi Enam
Banyak Rusuk                  = 18
Banyak Permukaan Sisi  = 8
Banyak Titik Sudut         = 12
Bangun Penyusun terdiri dari
 Sebanyak 6 buah
Sebanyak 2 buah


Sehingga pada PRISMA dapat disimpulkan untuk mengetahui
Banyak Rusuk                  = Jumlah Sisi Alas x 3
Banyak Permukaan Sisi  = Jumlah Sisi Alas + 2
Banyak Titik Sudut         = Jumlah Sisi Alas x 2


2. Limas


Limas Segi Tiga
Banyak Rusuk                  = 6
Banyak Permukaan Sisi  = 4

Banyak Titik Sudut         = 4
Bangun Penyusun terdiri dari
Sebanyak 2 buah


Limas Segi Empat
Banyak Rusuk                  = 8
Banyak Permukaan Sisi  = 5

Banyak Titik Sudut         = 5
Bangun Penyusun terdiri dari
Sebanyak 3 buah
Sebanyak 1 buah



Limas Segi Lima
Banyak Rusuk                  = 10
Banyak Permukaan Sisi  = 6
Banyak Titik Sudut         = 6
Bangun Penyusun terdiri dari
 Sebanyak 5 buah

 Sebanyak 1 buah

Limas Segi Enam
Banyak Rusuk                  = 12
Banyak Permukaan Sisi  = 7
Banyak Titik Sudut         = 7
Bangun Penyusun terdiri dari
 Sebanyak 6 buah
Sebanyak 1 buah

Sehingga pada LIMAS dapat disimpulkan untuk mengetahui
Banyak Rusuk                  = Jumlah Sisi Alas x 2
Banyak Permukaan Sisi  = Jumlah Sisi Alas + 1
Banyak Titik Sudut         = Jumlah Sisi Alas + 1